search
Sekolah Di Jepang

OHM Studi Jepang: Pendaftaran, Informasi & Konsultasi Sekolah ke Jepang

Pencarian Kerja di Jepang(就職活動)

Date: October 27, 2017 Categories: Studi di Jepang Tags: , ,

Pencarian Kerja di Jepang (就職活動)

Shuushokukatsudou (就職活動) atau yang disingkat dengan shuukatsu (就活) merupakan kegiatan atau periode seseorang mencari pekerjaan, memilih perusahaan hingga pada proses penerimaan.

Periode

Umumnya hiring period di Jepang berlangsung dari bulan Mei sampai akhir bulan Februari, dan dibagi menjadi dua periode yakni summer hiring dan autumn hiring. Lowongan perusahaan ternama umumnya segera ditutup selesai summer hiring, terutama sektor yang membutuhkan tenaga ahli. Pelamar yang diterima kerja akan mulai bekerja pada tahun kerja baru (tepatnya bulan April tahun selanjutnya).

Pelamar Kerja

Pelamar kerja utamanya adalah mereka yang direncanakan akan lulus pada tahun selanjutnya atau pelajar di tingkat akhir ini disebut dengan shinsotsu saiyou, mereka yang sudah lulus dan belum pernah bekerja (kisoustu). dan mereka yangsudah pernah bekerja sebelumnya (chuutou saiyou). Berbeda dengan di Indonesia dimana mahasiswa pada tahun keempat (atau tahun terakhir sebelum lulus) yang disibukkan dengan penulisan skripsi dan sebagainya, mahasiswa Jepang pada tahun terakhir di Universitas melakukan shuushoku katsudou sampai diterima kerja. Adakalanya ada juga lowongan buat pelajar yang direncanakan akan lulus pada dua atau tiga tahun sebelumnya. Umumnya pelajar asing (留学生) masuk dalam kategori di atas kecuali kisotsu.

Untuk pelamar yang pernah bekerja sebelumnya (di Jepang dan dalam keadaan tidak terikat kontrak) dapat langsung segera bekerja tanpa perlu menunggu bulan April selanjutnya.

Proses

Garis besar proses pencarian kerja di Jepang adalah seperti berikut:

Pencarian lowongan, via

website lowongan kerja, website perusahaan, seminar akbar pencarian kerja dsb

⬇⬇⬇

Seminar perusahaan (setsumeikai)

⬇⬇⬇

Seleksi berkas (shoruisenkou)

⬇⬇⬇

Wawancara tahap 1 (ichijimensetsu)

⬇⬇⬇

Tes SPI (Synthetic Personality Inventory)

⬇⬇⬇

Wawancara tahap 2 (nijimensetsu)

⬇⬇⬇

Wawancara tahap akhir (saishuumensetsu, bisa hingga empat tahap)

⬇⬇⬇

Memperoleh naitei atau surat penerimaan (内定)

⬇⬇⬇

Mulai bekerja April tahun selanjutnya

Persiapan

Selain tentunya batin yang kuat, pribadi yang baik serta kualifikasi yang sesuai dengan jenis pekerjaan yang diharapkan, ada dua hal penting yang perlu disiapkan yakni:

  • Penampilan (midashinami)

Di Jepang seluruh aktifitas pertemuan pencarian kerja berlangsung dengan pelamar memakai jas “tertentu” yakni rikuruuto suits (recruit suits), jenis jas hitam polos lengkap dengan kemeja putih dengan dasi polos beserta tas bisnis atau kerja.

Contoh biaya yang dihabiskan seseorang yang akan memulai pencarian kerja untuk membeli segala sesuatu untuk penampilannya dari awal adalah sekitar \30.000.

Pria: setelan jas + kemeja putih + dasi + sabuk + sepatu + dasi + kaos kaki + tas kantor

Wanita: jas/ blazer + rok/ celana panjang + kemeja putih + sepatu + stocking warna kulit + tas kantor

Jenis penampilan sudah menjadi tradisi di Jepang sejak lama. Selain dress code yang sudah paten, pelamar kerja juga menghindari hal-hal trendi pada rambut, kuku dan sebagainya. Di Jepang, dalam pertemuan pertama seseorang dinilai dari kesan di 10 detik awal (dengan melihat penampilan dan cara berbicara).

  • Curriculum Vitae (rirekisho)

Selain mencantumkan data diri, di sini dimintakan untuk menuliskan riwayat pendidikan, riwayat kerja (bukan part-time), kualifikasi yang dimiliki (dicantumkan juga rencana mengikuti suatu ujian kualifikasi atau telah mengikuti dan dalam proses menunggu hasil), keahlian/ spesialitas dari pelamar, hobi, dan dua poin yang paling penting yakni alasan melamar pada perusahaan tersebut dan perkenalan diri (自己PR). Dua poin ini menjadi sangat penting, karena selain posisi engineer atau specialist yang mengutamakan kualifikasi yang sesuai, pada posisi lain perusahaan tidak memandang riwayat pendidikan/ kerja dan lebih mencari pribadi yang terbaik untuk bekerja dan berkembang bersama mereka.

Penutup

Shuushoku katsudou yang diawali dengan pencarian informasi lowongan kerja, cukup mudah diperoleh, di antaranya via sekolah, situs lowongan kerja, acara seminar akbar yang, situs perusahaan, selebaran gratis macam town work, konseling dengan divisi pencarian kerja yang disediakan pemerintah Jepang. Pekerjaan dari pihak sekolah umumnya mudah diperoleh karena sekolah akan habis-habisan mempromosikan pelajarnya untuk diterima (atau kesan baik dari para lulusan sekolah yang bekerja di perusahaan Jepang) yang berujung pada kemudahan pada proses seleksi berkas atau bahkan mengurangi jumlah wawancara. Bukan hanya pelamar saja yang berjuang, perusahaan demi mencari pelamar terbaik berupaya melakukan berbagai cara dengan tidak bergantung pada lowongan yang terpampang pada halaman situs mereka tapi membayar space iklan di situs lowongan kerja dan atau berpartisipasi pada seminar lowongan kerja. Perusahaan terus melakukan appeal bagi pelamar terbaik karena meski sudah menerima pelamar, pelamar tersebut masih berhak menolak dan memilih perusahaan lain. Ini menandakan bahwa pencarian kerja bukan hanya usaha sepihak dari pencari kerja tapi juga bagi perusahaan penerima karyawan baru.

Pelamar kerja baiknya selalu mengikuti seminar akbar kerja karena di saat bersamaan dapat melihat dan mendapat informasi perusahaan yang dirasa bagus untuk kemudian melamar. Langkah selanjutnya adalah mengikuti seminar perusahaan setelah mengikuti seminar akbar kerja atau mereservasi lewat situs lowongan. Setelah seminar perusahaan barulah proses lamaran dimulai dengan menyerahkan CV (karena keputusan untuk melamar dilakukan setelah mendengar seminar perusahaan, dimana perusahaan menjelaskan daya jual mereka kepada calon pelamar).

Meski sangat merepotkan, pencarian kerja di Jepang sebenarnya tidaklah sesulit yang dibayangkan. Yang dibutuhkan adalah niat dan mental yang kuat. Bagian yang tersulit adalah memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan/ kualifikasi kita, impian serta tunjangan yang sesuai dengan yang kita inginkan. Karena berbeda dengan perusahaan di Indonesia yang cenderung menerima pelamar yang sudah memiliki pengalaman, Jepang memilih karyawan baru mereka bukan berdasarkan pengalaman (karena umumnya adalah mahasiswa baru lulus) tapi pada karakter, apakah orang ini bisa dapat menjadi investasi bagi perusahaan di masa depan. Di lain pihak, pelamar juga berpikir keras, apakah perusahaan ini adalah perusahaan yang tepat dimana saya menyerahkan masa depan saya. Karena di Jepang, seseorang yang masuk kerja pada perusahaan umumnya akan bekerja terhadap perusahaan tersebut sepanjang karirnya, berbeda dengan di Indonesia yang terasa bebas berhenti dan terus mencari tempat terbaik. Shuushoku katsudou bukanlah sekadar mencari dan memperoleh pekerjaan tetapi mencari kerja yang benar-benar cocok sehingga tidak akan menyesal di kemudian hari.

Leave a Reply

Blog Category

Blog Archive