search
Sekolah Di Jepang

OHM Studi Jepang: Pendaftaran, Informasi & Konsultasi Sekolah ke Jepang

Kehidupan Di Jepang

Date: February 11, 2018 Categories: Tentang Jepang Tags:

Kehidupan di Jepang ②

Tinggal di kota yang bukan dari kota di mana kita dibesarkan tentunya sangat terasa berbeda. Apalagi hidup di negara lain, terutama di negara maju seperti Jepang yang terkenal menjunjung tinggi etiket dan suasana lingkungan yang tenang dan bersih.

Peraturan di Jepang sangat dipatuhi secara serius. Orang Jepang memiliki gaya hidup sebisa mungkin untuk tidak mengganggu orang lain, bisa dilihat dari lebih umum mengucapkan ungkapan meminta maaf sumimasen ketimbang ungkapan terima kasih.

Pada tulisan kali ini kita akan membahas kehidupan di apartemen Jepang. Hidup dalam lingkup tempat tinggal berkelompok seperti dalam apartemen, dibutuhkan peraturan agar semuanya dapat hidup dengan tenang dan damai. Saat hidup di Jepang, kalian harus mematuhi peraturan dengan taat. Ada banyak peraturan yang harus ditaati hingga terbiasa, namun dengan mematuhi peraturan itu maka kita memberikan kesan baik bagi orang di sekitar kita. Berusalah mematuhi itu, demi diri Anda, demi junior yang akan datang ke Jepang nantinya.

Pembayaran uang sewa

Uang sewa apartemen setiap bulan harus dibayarkan sebelum tanggal yang ditetapkan. Umumnya dilakukan via transfer bank.

Pembayaran uang listrik dan gas

Listrik dan gas umumnya pembayarannya dilakukan terpisah. Tiap bulannya akan dikirimi invoice atau bill tagihan  yang menunjukkan total tagihan yang harus dibayarkan. Pembayaran dapat dilakukan dengan transfer bank ataupun lewat konbini (tanpa biaya tambahan)dengan membawa invoice tersebut. Bila kalian mendaftarkan rekening bank kalian kepada penyedia jasa listrik/ gas, maka pembayaran akan dilakukan secara auto-debet. Pembayaran tagihan internet juga hampir sama dengan listrik dan gas. Contoh invoice bisa dilihat di bawah ini

Pembuangan sampah

Sampah harus dikeluarkan (dibuang) sebelum jam 9 pagi! Tidak boleh dilakukan pada malam sebelum dan lewat jam 9 pagi!

Jenis sampah yang bisa dibuang beda tiap harinya, telah ditentukan sebelumnya. Untuk itu perlu membaca baik-baik aturan apartemen sebelum pindah tinggal ke apartemen.

Jenis sampah di Jepang dikategorisasikan antara lain

 

Dari jenis yang ditentukan bisa juga dipisah menjadi lebih rinci lagi seperti kaleng dan botol dipisah.

Perlu diingat, untuk tidak membuang sampah besar sembarangan. Bila ketahuan, kalian akan didenda dengan jumlah besar. Sampah besar seperti tempat tidur, perabot, perangkat elektronik besar. Tipe sampah ini umumnya memakan disposal fee atau shobunhi di mana barang nanti diambil oleh perusahaan untuk dibuang.

Catatan:

Setiap apartemen memiliki aturan berbeda-beda. Seperti menerapkan pemisahan jenis sampah namun karena apartemen memiliki gomiokiba (tempat pembuangan sampah) sendiri, maka tidak menerapkan batas jam buang sampah. Ada pula apartemen yang tidak mewajibkan penghuninya memisahkan jenis sampah, bahkan memperbolehkan membuang sampah besar ke gomiokiba (terbatas bagi apartemen dengan biaya sewa mahal).

Ketenangan

Jangan mengeluarkan bunyi keras, karena akan mengganggu penghuni sekitar. Jangan memutar musik/ TV/ laptop dengan kencang di malam hari. Sebisa mungkin tidak mengajak banyak orang datang ke tempat tinggal hingga malam, karena suara percakapan dapat mengganggu.

Sepeda

Jangan menaruh sepeda sembarangan di sekitar stasiun kereta, sepeda akan diambil atau dikunci untuk ditagih denda. Parkirlah sepeda pada tempat parkir yang disediakan (umumnya berbayar).

Selain itu, jangan meletakan sepeda di sekitar apartemen, sebisa mungkin menaruh sepeda di tempat yang disediakan (bagi penghuni), atau ditaruh pada tempat yang tidak mengganggu lalu lalang pejalan kaki/ pesepeda di sekitar apartemen.

Beranda

Bagi penghuni dengan apartemen yang memiliki beranda tidak boleh membiarkan beranda dalam keadaan kotor, seperti kotor karena percikan hujan, salju ataupun rembesan dari mesin cuci yang ditaruh di sana.

Pindah apartemen/ pulang ke Indonesia

Ada banyak hal yang perlu diperhatikan bila kita akan berhenti tinggal dari tempat yang kita diami selama di Jepang, antara lain:

  • Denda, apabila penghuni tidak tinggal dalam jenjang waktu yang ditentukan dalam kontrak sebelum masuk tempat tinggal. Umumnya 1~2x dari biaya sewa per bulan
  • Membersihkan apartemen, menjadi budaya orang Jepang untuk tidak meninggalkan kamar dalam keadaan kotor saat keluar dari apartemen. Hal ini sering dilakukan orang Jepang meski dalam kontrak terdapat klausul ditagih biaya pembersihan (nantinya dibersihkan oleh pihak pengelola apartemen).
  • Berhenti kontrak listrik, gas, air, dan telepon. Ini dilakukan maksimal 1 bulan sebelum pindah. Umumnya dikenai biaya pembatalan.
  • Membuang sampah besar yang tidak akan dibawa pindah/ pulang. Tidak boleh meninggalkan sampah besar (baca di atas) di apartemen meskipun benda tersebut dianggap masih layak pakai, penghuni sebelumnya menghubungi pengelola untuk diambil sampahnya dan membayar biaya disposal fee.

Menaati peraturan yang ketat tentunya akan membawa diri kita menjadi lebih dewasa. Jadilah pendatang yang baik, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung.

Leave a Reply

Blog Category

Blog Archive